Dahulu aku fikir seorang pria akan memerlukan wanita untuk menjadi penopang dalam masa keluh – kesahnya. Berbagi kesesakan pada wanita kepercayaannya dan tertawa bersama  ketika bahagia pun bersama. Dahulu aku berfikir sosok kuat itu akan membutuhkan sandaran dalam masa lemahnya. Membutuhkan semangat wanita kesayangannya saat – saat kelelahaannya.
Dan dahulu aku berpfikir, ingin menjadi penopang itu dalam masa keluh – kesahmu. Meneriba sebagian kesesakanmu sebagai kepercayaanmu serta bersama – sama tertawa untuk hal – hal bodoh menurut mereka. Dahulu, aku masih berfikir aku aka nada untuk menguatkan ketika sisi lemahmu muncul. Memberi semangat ketika lelahmu dating sebagai wanita satu – satunya yang akan kau datangi.


Lalu apa kini ?


Kau terlalu kuat untuk berjuang sendiri, setidaknya dihadapanku.
Kau terlalu bahagia dengan duniamu, setidaknya dari keadaanmu yang kau tunjukkan padaku
Kau terlalu tangguh untuk berjuang sendiri, setidaknya dari setiap cerita yang kau ucapkan
 Lalu aku harus apa kini ?
 Tetap ada, tapi akan terasa jauh dan dingin ketika bertemu, bericara, dan bertatap muka
Tetap melihat, tapi seakan semu dan seadanya tanpa ada apa – apa
Tetap berbicara, namun ala kadarnya seakan hanya formalitas semata
Tetap bertatap muka, hanya saja bukan seperti sediakala
 Dan akhirnya
 Kau akan tetap menjalani hidupmu dengan aturanmu
Aku akan berjalan dengan semua mimpi – mimpiku
Kau akan berlari dengan semua aturan – aturanmu
Aku akan meraih semua hal yang menjadi ambisiku
Hingga kelak, kau dan aku tahu bagaimana akhir pelabuhan nya dan cerita tinggal lah cerita
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  -Reen-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar